Rp80.000,00
Pemberdayaan Tanpa Makna dan Kuasa
Penulis:
Penerbit: APMD Press
Tahun Terbit: 2025
Dimensi: 15,5 Cm X 23 Cm
Jml Halaman: 145
Cetakan: Pertama
Soft Cover
Deskripsi
Buku ini membongkar perjalanan panjang konsep pemberdayaan dari semangat pembebasan ala Paulo Freire hingga domestikasi oleh lembaga pembangunan dan negara modern. Melalui analisis yang tajam dan provokatif, para penulis mengajak kita menelusuri bagaimana istilah “berdaya” yang dulu lahir dari perlawanan, kini sering dijadikan topeng bagi kekuasaan yang menindas dengan wajah ramah.
Di dalamnya, pembaca akan menemukan bagaimana kuasa berubah menjadi daya, lalu direduksi menjadi indikator proyek. Dari “pemberdayaan” perempuan hingga “pemberdayaan” desa, buku ini menunjukkan bahwa di balik bahasa partisipasi sering tersembunyi mekanisme kontrol yang halus dimana membuat rakyat percaya bahwa mereka berdaya padahal sebenarnya diarahkan.
Namun, karya ini tidak berhenti pada kritik. Ia juga menyalakan harapan bahwa pemberdayaan sejati masih mungkin: melalui kesadaran kritis, solidaritas kolektif, dan keberanian warga untuk mengambil kembali hak menentukan hidupnya sendiri.
“Mantra pemberdayaan hanya bermakna bila diucapkan oleh mereka yang berani menolak diperdaya.” Sebuah bacaan wajib bagi akademisi, aktivis, dan siapa pun yang masih percaya bahwa pembebasan bukan sekadar wacana, tetapi praksis politik dan moral untuk memulihkan martabat manusia.






